Dear pengunjung…
Tulisan ini hanya merujuk sebagai pengingat saja tentang hasil praktek di ICT Bandar Lampung, pelatihan ini di bimbing langsung oleh Bpk. Harry Anggono, Msc sebagai Kepala ICT center Bandar Lampung sekaligus Penanggung jawab mahasiswa D3 TKJ Unila. Sebelumnya kami ucapkan terimakasih kepada Bapak atas dukungannya dan tekadnya agar kami semua bisa maju dan berguna. Kalo ada salah mohon di konfirmasikan ya pak…..
Oke, Step by step dari pertemuan awal tgl 19 Oktober 2008 akan saya jelaskan
Pertemuan I
Intro :
Skill Profesional :
Ø Baik dan benar, Sebagai teknisi professional hal pertama yang penting adalah bahwa hasil pekerjaan harus baik dalam artian rapi, tidak boros. Kemudian yang terpenting adalah benar. Benar sesuai prosedur misalnya Teknik pengkabelan UTP harus sesuai standar internasional dalam hal warna, jaket kabel harus ikut terjepit RJ45 agar tidak mudah lepas konektornya
Ø Waktu singkat, sebisa mungkin pekerjaan diselesaikan dengan cepat karena sudah terampilnya dan sering berlatih ngga ada lagi kata “alon-alon sing penting kelakon” kata pak harry. Dasar jawa, jowone suroboyo ngendi pak. Bonekan ndi karo aku manukan Tandes…injih, kok you know ? heheh kaya iklan Rokok di TV yang gundul itu lho pak
Ø Garansi pekerjaan, ini merupakan hal terpenting, jangan sampai begitu instalasi selesai, satu hari atau seminggu hasil sudah tidak bias dipakai atau rusak. Walah yo dadi ra laku to..
Teknik pengkabelan UTP (Network lan)
1. Pilih kabel yang bagus, dari fisik bisa dilihat biasanya jaket kabel padat terisi sehingga nampak guratan dari isi di dalamnya contohnya kami memilih kabel BELDEN-S DATATWIST SE 1583A
2. untuk Konektor RJ45 sekilas hampir sama tetapi dilihat dari harga, yang bagus 2x lipat dari yang biasa, juga warna dari tembaga konektor terlihat mengkilap, stoper tidak mudah patah.
Crimping :
Potong rata dan ukuran sesuaikan dengan kebutuhan tetapi sisakan untuk toleransi tarik menarik dan jaga-jaga jika konektor dikemudian hari rusak dan perlu diganti. Caranya adalah memakai tang crimping khusus RJ 45 waktu memotongnya usahakan memutar kabel sehingga begitu kabel putus maka jaket juga akan terkelupas sekitar 1,5 cm
Urutan warna kabel :
no | straight | cross | ||
Ujung kabel A | Ujung kabel B | Ujung kabel A | Ujung kabel B | |
1 | Putih orange | Putih orange | Putih orange | Putih hijau |
2 | | | | hijau |
3 | Putih hijau | Putih hijau | Putih hijau | Putih orange |
4 | Biru | Biru | Biru | Biru |
5 | Putih biru | Putih biru | Putih biru | Putih biru |
6 | Hijau | Hijau | Hijau | |
7 | Putih coklat | Putih coklat | Putih coklat | Putih coklat |
8 | coklat | coklat | coklat | coklat |
Patokannya Kita bisa memakai model straight jika perlatan yang kita hubungkan berbeda fungsi, dan karakter misalnya dari computer ke switch, sedangkan model cross ya sebaliknya harus sama fungsi, misalnya dari hub ke hub .
hal terpenting dalam pemilihan warna harus sesuai standar diatas menurut Bapak Harry adalah selain mempermudah dalam pemeliharaan atau perbaikannya juga masing masing kabel mempunyai nilai Hambatan (Ohm) berbeda. Tetapi waktu kami coba test memakai Ohmmeter tidak menunjukkan perbedaan hambatan. Mungkin dalam hal ini faktor merk kabel berpengaruh. Maaf.. bukan berarti kabel pak harry jelek lho pak…..
Setelah warna tersusun sesuai daftar diatas kita mulai pengcrimpingan, pertama arahkan RJ45 anda dengan tembaga konektor menghadap keatas nah kita bisa memulai bahwa sisi sebelah kiri RJ45 dengan no 1 dan paling kanan no 8, lihat gambar berikut.
susun dulu kabel agar rata sebelum dimasukkan jika terlihat belum rata, ratakan dengan memotong yang panjang mengikuti yang pendek. Setelah rata masukkan kabel berdasarkan urutan warna dengan cara mendorongnya sampai mentok di ujung tembaga, jangan yakin dulu pastikan bahwa semua kabel benar-benar sampai dibawah pin tembaga.( mentok katanya) bolak balik lagi RJ sambil amati sisi sebelah kiri dan kanan kira-kira kalau tembaga ditekan terjepit nggak. Yakin ya dah ambil tang crimpingnya masukkan RJ yang sudah ada kabelnya tadi, terus jepit hingga tembaga di RJ kuat menekan kabel termasuk jaket kabel agar memperkuat jepitan tsb.
Test kabel yang sudah jadi dengan memakai RJ45 kabeltester jika tidak ada, bisa kita ujikan langsung ke peralatan kita. Tetapi menurut saya sangat resiko karena jika ternyata kabel terbalik urutannya misalkan kabel untuk Receiver atau transmitter terhubung dengan kabel untuk tegangan 5V r bisa rusak alat kita….
Pertemuan II
Pertemuan ini awalnya akan langsung mencoba seting Router secara live tetapi karena praktek ini selalu berhubungan dengan IP address Bpk Harry mencoba menguji kami tentang subnetting masih ingat nggak.. dan ternyata benar lupa pak. Lagi lagi Beliau dengan sabar mengulasnya dari awal.
Internet protocol / IP
IP memiliki 32 bit yaitu :
xxxxxxxx. xxxxxxxx .xxxxxxxx xxxxxxxx
berikut tabelnya :
xxxxxxxx | xxxxxxxx | xxxxxxxx | xxxxxxxx |
Octet 1 | Octet 2 | Octet 3 | Octet 4 |
8 bit | 8 bit | 8 bit | 8 bit |
255 | 255 | 255 | 0-255 = 256 |
X = bit
Bit = bilangan biner (0 & 1)
Kelas IP Address & Net Mask
Kelas | 4 bit awal | Oktet 1 | Range IP |
A | 0 | 1 - 127 | 0 – 127.0-255.0-255.0-255 net id ------ host id ------- |
B | 10 | 128 - 192 | 128 – 192.0-255.0-255.0-255 ----- net id ------ --- host id -- |
C | 110 | 193 - 223 | 193 – 223.0-255.0-255.0-255 ---------- net id ---------- host id |
D | 111 | 224 - 239 | 224 – 239.0-255.0-255.0-255 |
E | 1111 | 240 - 255 | 240 – 255.0-255.0-255.0-255 |
Kelas | Oktet 1 | Netmask Default | Private Adress |
A | 1 - 127 | 255.0.0.0 | 10.0.0.1 - 10.255.255.254 |
B | 128 - 191 | 255.255.0.0 | 172.16.0.1 – 172.31.255.254 |
C | 192 - 223 | 255.255.255.0 | 192.168.0.1 – 192.168.255.254 |
Catatan : jika suatu Network memakai netmask default maka network tersebut tidak memiliki subnetmask
Cara menulis IP Address :
1. Penulisan Umum cara lama biasanya diketik IP beserta netmasknya contoh 192.168.1.1 netmask 255.255.255.0
2. Penulisan model CIDR (Classless inter Domain Routing) slash ( / ) sekarang. Contoh ; 192.168.1.1 /24
Angka 24 adalah mewakili banyak nilai biner 1 dari netmask. Perhatikan format dibawah :
11111111.11111111.11111111.00000000 = 24 jumlah angka 1 =255.255.255.0 = kelas C
SUBNETTING
Cara 1 : ( dipelajari dari Bapak Harry Anggono,
Explorasi 8 bit oktet 1
Patokan binner
X7 | X6 | X5 | X4 | X3 | X2 | X1 | X0 |
| | | | | | | |
128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 |
Contoh dari decimal 157 | |||||||
1 | 0 | 0 | 1 | 1 | 1 | 0 | 1 |
128 | 0 | 0 | 16 | 8 | 4 | 0 | 1 |
Uraian contoh:
Asumsikan jika nilai 1 berarti dipakai sedangkan jika 0 tidak dipakai
X7 adalah 128 <157 class="GramE">dipakai maka nilai =1
X6 adalah 64 jika ditambah 128 =192 hasilnya >157 maka tidak dipakai. Nilai = 0
X5 adalah 32 jika di tambah 128 =160 hasilnya > 157 juga tidak dipakai nilai =0
X4 adalah 16 jika ditambah 128 =144 hasilnya <157 nilai ="">
X3 adalah 8 jika ditambah 144 = 152 hasilnya <157 nilai ="">
X2 adalah 4 jika ditambah 152 = 156 hasilnya < nilai ="">
X1 adalah 2 jika ditambah 156 = 158 hasilnya >157 berarti tidak dipakai nilai =0
X0 adalah 1 jika ditambah 156 =157 nilai =1
Sekarang urutkan nilai yang dipakai dari atas ke bawah maka akan didapat 10011101
Tabel pengingat :
0.0.0.0 /32 | 2 IP Address |
0.0.0.0 /30 | 4 IP Address |
0.0.0.0 /29 | 8 IP Address |
0.0.0.0 /28 | 16 IP Address |
0.0.0.0 /27 | 32 IP Address |
0.0.0.0 /26 | 64 IP Address |
0.0.0.0 /25 | 128 IP Address |
0.0.0.0 /24 | 256 IP Address |
Contoh kasus :
Anda diberi no IP address dari ISP 205.57.24.37 /30
Berapa IP yang bisa anda pakai sebagai Public.
Penyelesaian :
/30 = jumlah bit bernilai 1
11111111.11111111.11111111.11111100
(kembali ke patokan biner )
Konversi 37 (bit terakhir) ke biner
128 | 64 | 32 | 16 | 8 | 4 | 2 | 1 | 2 pangkat |
0 | 0 | 32 | 0 | 0 | 4 | 0 | 1 | Dijumlah =37 |
0 | 0 | 1 | 0 | 0 | 1 | 0 | 1 | biner |
IP tetap | Fluxtuasi | |
Fluktuasi 2 bit berarti memiliki maksimal 3 IP yaitu 01, 10, 11
Hasil : 6 bit octet 4 sudah dipakai, 2 bit setelahnya telah memiliki 1 IP yaitu IP 205.57.24.37
Jadi masih ada 2 IP lagi di bit fluxtuasi. 38 & 39
0 | 0 | 32 | 0 | 0 | 4 | 0 | 1 | Dijumlah =37 |
Jika dijumlah = 36 karena tersisa 2 bit | Sisa bit | |
Hasil akhir (/30 = 4 IP Address) : 205.57.24.36 àIP Network subnetmask 255.255.255.252
205.57.24.37 àhostvalid subnetmask 255.255.255.252
205.57.24.38 àhostvalid subnetmask 255.255.255.252
205.57.24.39 àBroadcast subnetmask 255.255.255.252
Serempak para peserta mangut-mangut sambil mulutnya “Ooooo ngono….” Ngerti aku..
Cara 2 : (dipelajari dari mata kuliah CCNA2 + JENI 1 + buku “4 hari menjadi Hacker” Virologi) hikhikhik ketauan ada niat terselubung nih..
Contoh kasus :
Anda diberi no IP address dari ISP 205.57.24.37 /30
Berapa IP yang bisa anda pakai sebagai Public.
Penyelesaian :
/ 30 = 4 IP Address
255.255.255.256 ànetmask terbesar
4 _ à 4 Jatah IP host
255.255.255.252
Jadi IP 205.57.37 ber subnetmask 255.255.255.252
Pembuktian Konversi angka 252 ke biner
Nilai hasil sisa
252 / 2 126 0
126 / 2 63 0
63 / 2 31 1
31 / 2 15 1
15 / 2 7 1
7 / 2 3 1
3 / 2 1 1
1 / 2 1
Urutkan angka sisa dari bawah keatas = 11111100 (8bit octet terakhir)
Biner IP menjadi 11111111.11111111.11111111.11111100
Bit yang diarsir merah menunjukkan /30 berarti tidak bisa dipakai. Sehingga hanya 2 bit terakhir yang dipakai karena bernilai 0 (2 bit)
Tentukan blok subnet 255.255.255.256
255.255.255.252 _
4
Tambahkan nilai 4 dengan dirinya hingga mencapai subnet terakhir yaitu 252
Sehingga menjadi : 4+4 =8, 8+4=12, 12+4=16, 16+4=20, 20+4=24, 24+4=28, 28+4=32, 32+4=36, 36+4=40 dst 252
Lihat kembali nilai bit terakhir dari IP 205.57.24.37. sehingga kita bisa membaca bahwa angka 37 terletak di subnet 36
Sehingga menjadi 205.57.24.36
205.57.24.37
205.57.24.38
205.57.24.39
ingat kembali alamat host adalah 1 angka setelah subnet dan alamat broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.
Dari segi pencarian host di subnet, cara 1 lebih praktis untuk digunakan.